Berbagai Macam Teknik Dasar Memancing yang Bisa Dipelajari

teknik dasar mancingMungkin banyak orang yang menilai bahwa memancing itu hanya sekadar menangkap ikan yang hidup di laut, sungai atau yang ada di empang. Namun jangan salah, kebanyakan orang yang hobi memancing menganggap bahwa hobi mereka lebih hanya sekadar menangkap ikan. Selain dijadikan sebagai ajang silaturahim dengan para kerabat, memancing juga menjadi salah satu hobi yang bisa melatih kesabaran. Dan jika ada orang yang berpendapat bahwa memancing itu tidak ada tekniknya, mereka salah. Seiring dengan berkembangnya zaman semakin banyak cara atau teknik memancing ikan yang ternyata juga ikut berkembang. Oleh karena itu bagi Anda yang ingin menjadi seorang pemancing/angler, Anda harus mempelajari banyak hal.

Secara keseluruhan ada banyak teknik memancing yang biasa dilakukan oleh para pemancing atau angler. Teknik-teknik tersebut biasanya digunakan sesuai dengan situasi atau kondisi. Jadi sebuah teknik yang cocok untuk kondisi A, biasanya tidak cocok untuk kondisi B atau C. Supaya Anda tidak semakin bingung, lebih baik pahami penjelasan singkat berikut ini. Mulai dari teknik bottom fishing, yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan dasar seperti kakap merah, krapu, kuwe, dan sebagainya. tenggiri dan barracuda terkadang juga bisa dipancing dengan teknik ini. Cara ini dibutuhkan kesabaran dan ketenangan yang luar biasa saat menarik ikan ke permukaan. Pasalnya jenis ikan dasar biasanya cenderung menarik pancing ke arah dasar.

Selanjutnya ada teknik atau cara memancing koncer atau live bait. Cara yang satu ini mungkin terkesan unik, karena dilakukan tanpa menggunakan pemberat atau timahnya. Jadi kenur utamanya dipasangi peniti yang kemudian langsung disambungkan mata kail yang terbuat dari mata nikelin dengan panjang kurang lebih 10 cm. Kemudian umpan yang digunakan pun adalah hewan-hewan yang masih hidup, seperti misalnya layang, como, kembung, selar, tembang, dan sebagainya. Nantinya umpan hidup tersebut akan berenang dengan sendirinya menjauhi kapal. Selanjutnya pemancing tinggal menunggu ikan yang menyambar umpan hidup tersebut. Biasanya ikan yang cocok dipancing dengan cara live bait ini adalah tenggiri dan barracuda.

Teknik selanjutnya adalah cara memancing trolling, yaitu cara memancing dengan menggunakan umpan buatan. Berbeda dengan teknik live bait, trolling adalah teknik memancing dengan umpan seperti rapala, spoon, king getter, dan sebagainya. Nantinya umpan tersebut harus ditarik kapal terlebih dahulu karena tentunya tidak bisa berenang sendiri seperti umpan hidup. Biasanya teknik trolling digunakan oleh para pemancing atau angler untuk memancing ikan yang ukurannya besar. Misalnya seperti ikan palagis di sektiar Kepulauan Seribu yang beratnya bisa mencapai 10 kg. Akan tetapi bukan hanya tekniknya saja, namun Anda jug perlu menyiapkan peralatan memancing yang memadai.

Bagi Anda yang lebih suka memancing di pinggiran laut saja seperti di dermaga atau di atas bebatuan atau karang, cobalah teknik yang lebih sederhana. Teknik casting adalah cara memancing sederhana yang menggunakan umpan tiruan. Biasanya umpan yang digunakan adalah seperti minnow, spinner bait, soft bait, yang beratnya hanya sekitar 7-20 gram saja. Caranya sama seperti memancing seperti biasanya, yaitu melempar umpan sejauh mungkin lalu menggulung reel secara cepat. Namun Anda harus sabar karena belum tentu sekali gulung Anda sudah mendapatkan ikan. Lakukan berulang kali sampai ada ikan yang menyambar ikan Anda. Setelah mengetahui beberapa teknik memancing tadi, silahkan memancing dan semoga berhasil.

This entry was posted in Fishing. Bookmark the permalink.

Comments are closed.